Portal Akademika
IT Center
Perpustakaan
Webmail
      
      

Departemen Teknologi Industri Pertanian

Written by Admin UTIK.
10
Dec
2015

Departemen Teknologi Industri Pertanian telah menyusun Tujuan Pendidikan Program (Program Educational Objectives), yang merupakan pernyataan departemen yang menjelaskan karir dan capaian profesional yang disiapkan program untuk dimiliki lulusannya dalam rentang lima tahun kedepan. Tujuan pendidikan tersebut telah diselaraskan dengan visi dan misi UGM sebagai institusi induk maupun Fakultas Teknologi Pertanian sebagai institusi yang menaungi departemen. Tujuan pendidikan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Lulusan yang mampu untuk

  1. Menerapkan kemampuan teknis bagi praktik-praktik profesional dibidang rekayasa teknologi industri pertanian dan profesi relevan lainnya yang menghasilkan solusi yang tepat dan bernilai tambah (Apply technical proficiency for professional practice of agro-industrial engineering technology and other relevant professional areas that result in well-reasoned and value-added solutions)
  2. Mendemonstrasikan interaksi dan kepemimpinan yang efektif (Demonstrate the effective interaction and leadership)
  3. Menjalin komunikasi yang tepat dengan pemangku kepentingan (Distinguish communication with stakeholders)
  4.  Mengelola dirinya untuk senantiasa melakukan pembelajaran sepanjang hayat (Manage life-long learning)

Dalam rangka pencapaiannya, selain penyusunan tujuan pendidikan program, Departemen TIP juga telah mengadopsi student outcomes yang dikembangkan oleh Lembaga Akreditasi Keteknikan dan Teknologi Dunia, yang dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. 1.     Kemampuan untuk memilih dan menerapkan pengetahuan, teknik, keterampilan dan alat bantu terkini dibidang rekayasa teknologi industri pertanian pada kegiatan kerekayasaan teknologi (an ability to select and apply the knowledge, techniques, skills, and modern tools of the discipline to broadly-defined engineering technology activities);
  2. kemampuan untuk memilih dan menerapkan pengetahuan matematika, ilmu pengetahuan, teknik, dan teknologi untuk masalah teknologi rekayasa yang memerlukan penerapan prinsip-prinsip dan prosedur atau metodologi yang diterapkan (an ability to select and apply a knowledge of mathematics, science, engineering, and technology to engineering technology problems that require the application of principles and applied procedures or methodologies);
  3. 3.     kemampuan untuk melakukan tes standar dan pengukuran; untuk melakukan, menganalisis, dan menafsirkan percobaan; dan untuk menerapkan hasil eksperimen untuk meningkatkan proses (an ability to conduct standard tests and measurements; to conduct, analyze, and interpret experiments; and to apply experimental results to improve processes);
  4. 4.     kemampuan untuk merancang sistem, komponen, atau proses untuk masalah teknologi rekayasa luas didefinisikan sesuai program tujuan pendidikan (an ability to design systems, components, or processes for broadly-defined engineering technology problems appropriate to program educational objectives);
  5. 5.     kemampuan untuk berfungsi secara efektif sebagai anggota atau pemimpin di tim teknis (an ability to function effectively as a member or leader on a technical team);
  6. 6.     kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan luas didefinisikan masalah rekayasa teknologi (an ability to identify, analyze, and solve broadly-defined engineering technology problems);
  7. 7.     kemampuan untuk menerapkan tertulis, lisan, dan komunikasi grafis di kedua lingkungan teknis dan non-teknis; dan kemampuan untuk mengidentifikasi dan menggunakan literatur teknis yang sesuai (an ability to apply written, oral, and graphical communication in both technical and non-technical environments; and an ability to identify and use appropriate technical literature);
  8. 8.     pemahaman tentang perlunya dan kemampuan untuk terlibat dalam pengembangan profesional penerus mandiri; ; an understanding of the need for and an ability to engage in self-directed continuing professional development;
  9. 9.     pemahaman dan komitmen untuk mengatasi tanggung jawab profesional dan etika termasuk menghargai perbedaan (an understanding of and a commitment to address professional and ethical responsibilities including a respect for diversity)
  10. 10.    pengetahuan tentang dampak solusi teknologi rekayasa dalam konteks sosial dan global (a knowledge of the impact of engineering technology solutions in a societal and global context);
  11. 11.    komitmen terhadap kualitas, ketepatan waktu, dan perbaikan terus-menerus (a commitment to quality, timeliness, and continuous improvement).

Dalam rangka penguatan risetnya, Departemen TIP juga telah memiliki 4 kelompok riset, sebagai dasar pengembang keilmuan interdisipliner dengan program studi lain, baik didalam Fakultas Teknologi Pertanian sendiri, maupun dengan fakultas lain di UGM. Keempat kelompok riset tersebut antara lain:

  1. Operations Supply Chain Risk Management (OSCRM)
  2. Quality Improvement of Agro-industrial Products (QIAP)
  3. Sustainable Agro-industrial System (SAiS)
  4. Entrepreneurship and SMEs Development (ESDe)

 Lebih lanjut silakan membuka laman Departemen TIP.